Humas Setdakab Batu Bara
Siaran Pers
Nomor : 05/Humas/ SP/06/ 2015
Hari/Tanggal : Selasa ,16 Juni 2015
Lokasi : Aula Kantor Bupati Batubara
Kasubdit Dana Bagi Hasil (DBH) dan Sumber daya Alam (SDA)
Direktorat Jenderal Perimbangan Kementrian Keuangan RI Anwar Syahdat SH
ME,menegaskan untuk tahun 2016 DBH pada sector hasil perikanan laut tidak
diberikan lagi kepada daerah. Demikian hal ini di katakana Anwah Syahdat di hadapan para pimpinan Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Batubara pada cara sosialisasi
kebijakan transfer daerah kementrian keuangan,di aula Kantor Bupati
Batubara,Selasa (16/6).
Menurutnya
,kebijakan pemberian bagi hasil terhadap Daerah melalui sector hasil laut
dirasakan penuh kesenjangan,”banyangkan daerah yang tidak memiliki laut juga
menikmati hasil laut,begitu juga sumber hayati yang berada di dalam laut
dipastikan bukan juga milik pemerintah daerah namun merupakan suatu hasil
kekayaan alam, potensi kelautan tidak lagi di berikan ke pada daerah.
Dikatakannya pengertian DBH dan SDA yang dibagi hasilkan dari sector
Hutan,Perikanan,Pertambangan Umum,Pertambangan Migas dan Pertambangan Panas
Bumi,” khsususnya di bidang SDA penerimaan hasil tidak stabil dan cendrung
perpotensi ketimpangan antar daerah.
Tentang pembangian DBH kemenkeu menempu 2 cara ,pertama
dengan cara By Origin dan Based On Actual Raveneu,”pertama DBH bagi daerah yang mendapatkan porsi
besar,daerah lain yakni provinsi yang memperoleh pemerataan dari porsi
tertentu,kemudian yang kedua system penyaluran berdasarkan realisasi penerimaan
tahun anggaran berjalan pasal 23 UU 33 tahun 2004. Untuk Kabupaten Batubara
sendiri,tentang Hutang DBH telah diselesaikan pada Tahun 2015 sebesar Rp
259.219.613,- dengan perincian Jenis DBH Kehutanan dan Pertambangan.
Selain itu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Perubahan (APBN-P) 2015 ini, pemerintah juga telah
menetapkan kebijakan umum transfer ke daerah. meningkatkan kapasitas fiskal
daerah dalam rangka penyelenggaraan dengan menggali Pendapatan Asli Daerah
(PAD). “Untuk memiliki ruang fiskal yang baik, maka penggalian Pendapatan Asli
Daerah yang tepat menjadi penting yakni pada sektor PBB,” ungkap Staff kemenkeu
itu. Dijelaskannya juga ,salah satu upaya untuk meningkatkan
anggaran transfer ke daerah dan dana desa pada 2016 adalah dengan mengalihkan
dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan dari pagu Kementerian Lembaga ke pos
Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kita mengalihkan dana dekonsentrasi yang saat ini pada
belanja Kementrian atau lembaga (KL), sebagian besar ke DAK untuk memperkuat
peran daerah, ke APBD yang nantinya diawasi melalui petunjuk teknis dari
pemerintah pusat. Tentang kenaikan anggaran transfer ke daerah tersebut juga
untuk memenuhi janji politik Presiden yaitu tambahan dana Rp100 miliar untuk
setiap kabupaten kota di Indonesia dan kenaikan dana desa sebesar 6 persen-7
persen di 2016. DAK kita perbesar karena Presiden memberikan janji kepada
setiap kabupaten tambahan Rp100 miliar untuk infrastruktur. Dana desa juga kita
naikkan tapi belum 10 persen, kalau sekarang masih 3 persen, ancang-ancang kami
6-7 persen di 2016. Selain itu, pemerintah juga akan menambah anggaran dana
insentif daerah untuk mendorong kinerja perekonomian di kabupaten kota agar
memberikan kontribusi terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional secara
keseluruhan.
"Kita dorong daerah, selain memiliki kinerja pengelolaan keuangan juga memiliki kinerja perekonomian yang baik misalnya dengan tumbuh tinggi, kemiskinan dan pengangguran menurun serta inflasi terjaga, itu masuk dana insentif daerah. Sementara itu Bupati Batubara di wakili Wakil Bupati H RM Harry Nugroho mengatakan di hadapan 5 Staff kementrian Keuangan itu mengatakan Kabupaten Batubara merupakan daerah baru dimana realisasi anggaran pendapatan daerah merupkan kontribusi yang terbesar melalui Pos dana perimbangan.”Kabupaten Batubara sangat bergantung pada dana perimbangan dan transfer daerah.
"Kita dorong daerah, selain memiliki kinerja pengelolaan keuangan juga memiliki kinerja perekonomian yang baik misalnya dengan tumbuh tinggi, kemiskinan dan pengangguran menurun serta inflasi terjaga, itu masuk dana insentif daerah. Sementara itu Bupati Batubara di wakili Wakil Bupati H RM Harry Nugroho mengatakan di hadapan 5 Staff kementrian Keuangan itu mengatakan Kabupaten Batubara merupakan daerah baru dimana realisasi anggaran pendapatan daerah merupkan kontribusi yang terbesar melalui Pos dana perimbangan.”Kabupaten Batubara sangat bergantung pada dana perimbangan dan transfer daerah.
KABAG
HUMAS PIMPINAN
SETDAKAB
BATU BARA
dto.
Andri Rahadian,AP
PEMBINA
NIP.
19740805 199311 1 001





Post a Comment